Categories
Uncategorized

Tarif Swab Test Rp 900 Ribu, Jika Lebih Laporkan ke Dinkes Bandung

Tarif swab test atau Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) tertinggi secara mandiri di rumah sakit sudah ditentukan sebesar Rp 900 ribu. Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/I/3713/2020 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan, apabila masyarakat mendapati harga di atas surat edaran tersebut, maka dapat mengajukan laporan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung.

“Kalau ada yang lebih warga bisa lapor melalui Dinkes,” ujar Rita di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Senin (19/10/2020).

Lebih lanjut, semenjak surat edaran tersebut dikeluarkan pihaknya belum menerima aduan soal biaya swab test mandiri yang melebihi Rp 900 ribu. “Kalau ada yang lebih tentunya kami ingatkan itu sudah resmi dari edaran kemenkes harus sama,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika ada yang melebihi harga tertinggi, Dinkes belum mengambil tindakan hingga pemberian sanksi. “Tidak sampai sanksi kalau ada laporan melebihi setidaknya harus sesuai edaran Setelah nerima surat edaran mereka menyesuaikan,” imbuhnya.

Namun, tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak rumah sakit atau faskes yang menyediakan swab test lebih dari harga tertinggi atau Rp 900 ribu.

“Belum ada yang ditegur, tidak tahu kalau ada yang nakal ya, tapi tidak menutup kemungkinan mungkin ada saja (melebihin Rp 900 ribu),” katanya.

Sementara itu, Rita menjelaskan, swab test diutamakan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ke daerah rawan COVID-19 dan mengeluarkan gejala.

“Tracing dilakukan bagi yang bergejala, kalau yang tidak bergejala di karantina. Sesudah karantina sesuai pedoman tidak usah swab lagi karena selama 14 hari virus mati dan tidak menularkan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *